Literatur Pewayangan : Ramayana Cupumanik Astagina

0 222

Ramayana Jilid 2 Cupumanik Astagina
Pelukis : Jan Mintaraga
Penerbit : Misurind
Ukuran : 21,5×28 cm
Tebal : 48 Halaman
Cetakan Pertama tahun 1985

Cupu Manik Astagina merupakan pusaka ampuh untuk melihat, meramal peta politik masa lalu maupun masa depan. Cupu adalah wadah bundaran kecil dari logam, sedangkan manik, permata merupakan lambang keindahan, hadiah Bathara Surya, diberikan anaknya Dewi Anjani, menimbulkan iri hati Subali dan Sugriwa. Solusinya Cupu pusaka dilempar Resi Gotama, jatuh di dasar telaga Mandirda/Nirmala sinarnya berkilau di permukaan, Sugriwa dan Subali menyelami, ketika muncul tanpa hasil masing-masing melihat wajah kera.

Dewi Anjani bersama pengiringnya menyusul membasuh wajahnya dengan air telaga,  keduanya berubah berwajah kera. Untuk menebus dosa (ruwat) Subali bertapa ngalong, Sugriwa bertapa ngidang dan Dewi Anjani bertapa cantaka (katak) bertelanjang dan mengapung di permukaan telaga. Hal ini menimbulkan pesona Bathara Guru, Dewi Anjani melahirkan kera berbulu putih, Anoman yang menemukan Cupu itu sakti dan panjang umur. Bathara Narada mentertawakan, berakibat lahir Anila kera berbulu biru, begitu juga dewa yang lain karena mentertawakan masing-masing beranak kera berwajah ayahnya.

Koalisi Kera Suwela Giri, Sugriwa sebagai rajanya. “Anakku (Anjani), kera adalah titah yang merindukan kesempurnaan manusia. Ia paling dekat pada bentuk seorang manusia. Untuk itulah, ia selalu berprihatin, supaya lekas diangkat kesempurnaanya. Janganlah kau anggap ketidakadilan.

Source jualkomiklama.blogspot.co.id jualkomiklama.blogspot.co.id/2009/12/ramayana-2-cupu-manik-astagina.html
Comments
Loading...