Literatur Pewayangan : Selayang Pandang Wayang Menak

0 211

Wijanarko ; “ Selayang Pandang Wayang Menak  – Salah Satu Bentuk Seni Tradisionil Yang Wajib Kita Lestarikan “ ; penerbit Amigo ; Sala / Surakarta ; tanpa ciri tahun [kata pengantar penulis tertanggal 18 Oktober 1991] ; 84 halaman ; aksara Latin ; bahasa Indonesia, gambar wayang menak. Buku tentang Wayang Menak – wayang yang ceritanya bertema epos kepahlawanan bernapaskan agama Islam – ini ditulis oleh Wijanarko, seorang penulis yang telah banyak menulis buku-buku lain tentang wayang (tidak hanya tentang cerita wayang).

Sayang sekali bahwa buku-buku nya sudah tidak diterbitkan lagi. Buku ini menguraikan asal-usulnya cerita-cerita yang dipakai di Wayang Menak. Halaman 10 : Sumber cerita untuk Wayang Menak, baik itu Wayang Kulit Menak, Wayang Golek Menak, serta tari (sendratari) Golek Menak maupun Wayang Orang Menak Gaya Yogyakarta bersumber dari buku “Serat Menak”. “Serat Menak” semula berasal / bersumber dari kitab “Qissai Emr Hamza” yaitu sebuah karya sastra Persia, pada jaman pemerintahan Sultan Harun Al Rasyid (766 ~ 809).

Di daerah Melayu kitab sastra tersebut lebih terkenal dengan nama “Hikayat Amir Hamzah”. Berdasar hikayat itu yang kemudian dipadukan dengan cerita Panji dan digubah ke dalam bahasa Jawa, akhirnya lahir cerita-cerita Menak yang terkenal dengan sebutan “Serat Menak”. Dalam cerita ini, nama-nama tokohnya disesuaikan dengan nama Jawa antara lain : Omar bin Omayya menjadi Umarmaya, Qobat Shehriar menjadi Kobat Sarehas, Badi’ul Zaman menjadi Iman.

Source 4shared.com 4shared.com/get/5bhevV5T/wayang_menak_-_wijanarko.html
Comments
Loading...