Literatur Pewayangan : Serat Baratajuda, Radyomardowo

0 239

‘Ebook’ ini merupakan catatan tertulis pagelaran 12 lakon wayang purwa terdiri dari dua lakon sebelum Baratayuda ditambah delapan lakon Baratayuda ditambah dua lakon sesudah Baratayuda, yang di pagelarkan oleh dalang Tjermakarsana di Sasana Hinggil ‘Dwi Abad‘ Yogyakarta pada tahun 1958. Pagelaran satu lakon per bulan, sehingga genap 12 lakon dalam satu tahun 1958. Yang membuat catatan adalah MB Radyomardowo, Soeparman dan Soetomo. Catatan tersebut di bukukan dan diterbitkan oleh NV Badan Penerbit ‘Kedaulatan Rakjat‘ Yogyakarta pada 01 Januari 1959. Serat Baratajuda – Tjermakarsana / Radyomardowo 1 ~ 24 : (676 KB)

4shared.com/file/116124624/63cc4c4c/SrtBaratajuda_Tjermakarsana_1__24.html Dua lakon sebelum Baratayuda :
1. “Kalabendana Lena”. Utawi selapanan temanten Angkawijaya kalijan Dewi Utari.
2. “Kresna Gugah”. Utawi Balekambang.
Dalam lakon ini ada ramuan gubahan cerita versi Jawa. (Yang menarik : Kitab Jitapsara, Lanceng Pethak, Prabu Baladewa dan Raden Antareja dicegah – oleh Kresna – agar tidak terlibat di peperangan Baratayuda). Kresna bertapa tidur di Balekambang. Badan halusnya – Sukmawicara – ke Suralaya untuk minta Kitab Jitapsara – skenario peperangan Baratayuda. Dewa sedang menuliskan skenario tersebut, siapa lawan siapa dan seterusnya. Pada waktu Bathara Guru berujar : ‘Prabu Baladewa melawan Raden Antareja‘, namun sebelum Bathara Penyarikan sempat menuliskannya ke Kitab Jitapsara, botol tinta ditendang tumpah oleh Lanceng Pethak (kumbang kecil berwarna putih) yang tidak lain adalah Sukmawicara. Skenario tidak bisa terus dituliskan, sehingga Prabu Baladewa dan Raden Antareja tidak tertulis .

Source wayangpustaka.wordpress.com wayangpustaka.wordpress.com/2009/12/07/serat-baratajuda-m-b-radyomardowo-soeparman-soetomo
Comments
Loading...