Literatur Pewayangan : Serat Darmasarana, Baladewa

0 145

Serat Darmasarana atau Serat Pustakaraja Purwa ciptaan R. Ng. Ronggowarsito, yang disimpulkan menurut kesimpulan para sastrawan  masa kini terutama bertujuan untuk melengkapi kisah pasca Generasi Pandhawa setelah mukswa. Kisah pasca Pandhawa memang dirasakan sangat kurang dibahas oleh para pujangga tempoe doeloe sehingga banyak melahirkan misteri bagi para pencinta wayang. Dalam serat ini menampilkan sekitar 435 tokoh yang dikemukakan secara cukup terperinci.

Khususnya tentang kematian tokoh Baladewa ternyata terdapat perbedaan yang sangat menyolok jika diperbandingkan dengan penampilan mereka dalam Mahabharata khususnya pada Adiparwa, Mosalaparwa dan Prasthanikaparwa. Dalam Serat Darmasarana telah digambaran bahwa pada waktu itu Bagawan Baladewa sudah berusia sangat lanjut, tetapi masih memiliki berbagai macam kesaktian. Di samping itu sang begawan Baladewa juga menunjukkan sosok yang masih sangat bertanggungjawab serta merelakan diri untuk berkorban demi kepentingan negaranya, yaitu negara  Astinapura.

Tanggungjawab itu ditunjukkan saat kerajaan Astinapura diserbu Niradhakawaca dari Ima-imantaka. Baladewa saat itu ikut menahan serangan musuh. Dengan senjata sakti Nanggala, segala kesaktian Niradhakawaca dapat dipunahkan. Niradhakawaca kemudian dengan liciknya di guru9 memperdaya Baladewa dengan menyamar sebagai Arya Dyastara untuk meminjam Nanggala dengan dalih untuk mengusir musuh. Karena belas kasihnya kepada Arya Dyastara (cucunya), senjata Nanggala miliknya diberikan. Setelah Baladewa menyadari kelengahannya bahwa dirinya diperdaya musuhnya, ia berupaya merebutnya kembali.

Source kompasiana.com kompasiana.com/rusrusman522/5b2db192caf7db147c0b4713/serat-darmasarana-baladewa-gugur
Comments
Loading...