Literatur Pewayangan : Serat Pedalangan Lampahan

0 251
Judul : Serat Pedalangan Lampahan-wahyu Tohjali
penulis : Ki Purwadi Purwocarito
penerbit :Cenderawasi – Purwakarta
cetakan Pertama 1995
Tebal : 109 Halamano
Buku bekas
Jauh sebelum Arjuna dilahirkan, para dewa sudah nggadhang-nggadhang pada saatnya nanti akan mendapatkan Wahyu Tohjali. Secara harfiah Tohjali berasal dari kata “toh” dan “jali”. Toh berarti pertaruhan atau jaminan, sedangkan jali merupakan akar kata dari “jalu” yang artinya anak. Sehingga Tohjali dapat diartikan sebagai “jaminan untuk anak”.  Wahyu Tohjali adalah wahyu untuk menjamin kehidupan anak yanng diharapkan bisa menjadi generasi yang Qura’ta’ayuun.
Bahkan ketika Bethari Durga menghadap Bethara Guru, untuk meminta Wahyu Tohjali bagi Dewa Srani, anak lelakinya (yang konon merupakan akan hasil affairnya dengan Bethara Guru).  Bahkan demi mendapatkan Wahyu Tohjali, Bethari Durga sempat “ngundhamana” benthara Guru sebagai ayah yang tidak bertanggung jawab. Karena bujukan Bethari Durga, Bethara Guru berjanji untuk memberikan Wahyu Tohjali kepada Dewa Srani. Hal ini tentu saja membuat para dewa, terutama bethara Narada terhenyak mengingat sejak awal dan sesuai dengan suratan, Wahyu Tohjali diperuntukkan Bagi Arjuna.
Maka dengan kekuasaannya Bethara Guru mengerahkan semua potensi di Kahyangan Jonggring Saloka untuk memuluskan rencana merekayasa agar Wahyu Tohjali jatuh pada Dewa Srani. Bethara Brama, Bethara Indra dan Bethara Bayu dilibatkan baik secara langsung ataupun tidak langsung konspirasi.
Source Bumi Ngawi martono-groub.blogspot.com/2014/12/ki-h-anom-suroto-wahyu-tohjali.html
Comments
Loading...