Literatur Pewayangan : Sugriwa Subali, Brata-Sadimin

0 160

Sugriwo Subali by Merapi Brata. Paperback: 159 pages. Publisher: CV. Tiga -A- Sala, 1983

Terjadilah keributan keluarga Resi Gotama, di Pertapaan Grastina. Gara-gara anak-anaknya memperebutkan Cupu Manik Astagina, Resi Gotama marah. Cupu Manik Astagina dibuang, dan istrinya, Dewi Indradi dikutuk menjadi tugu batu, dan dibuang jauh sampai jatuh di Hutan Dandaka, di tepi perbatasan negara Alengka. Ketiga anaknya, Guwarsa, Guwarsi, dan Dewi Anjani, memburu Cupu Manik Astagina yang dibuang ayahnya, sampai ke Telaga Sumala.

Guwarsa dan Guwarsi, diikuti cantrik Jembawan yang mencebut ke telaga itu berubah ujud menjadi kera, sedangkan Dewi Anjani yang diikuti emban Sarweah mencuci muka,hanya wajahnya yang berubah menjadi kera. Setelah menjadi kera, Guwarsa berganti nama menjadi Subali, sedangkan Guwarsi menjadi Sugriwa. Sementara itu, kahyangan diserbu oleh Patih Lembusura yang meminta bidadari Dewi Supraba dan Dewi Tara untuk dijadikan istri Prabu Maesasura.

Karena para dewa tidak sanggup menandingi kesak-tian Patih Lembusura, mereka minta pertolongan Subali dan Sugriwa. Kedua kera itu ternyata sanggup membunuh Lembusura. Subali dan Sugriwa kemudian pergi ke Kerajaan Guwakiskenda, yang jalan masuknya berupa gua. Subali berbesan, agar setelah ia masuk ke gua itu, Sugriwa segera menutupnya dengan batu Sela Gilang. Jika nanti dari sela batu itu mengalir darah merah, berarti lawannya mati. Dan, Sugriwa harus membuka.

Source bukuwayang.wordpress.com bukuwayang.wordpress.com/2013/01/17/sugriwo
Comments
Loading...