Literatur Pewayangan : Suluk Pedhalangan, Padmosoekotjo

0 241

Judul lengkapnya adalah “Suluk Padhalangan Abasa Jawi Kina Ingkang Leres Tuwin Katranganing Tembung-tembungipun“. Buku ini membahas suluk pedhalangan dari sudut pandang susastra Jawa Kuno. Menurut S. Padmosoekotjo suluk pedhalangan berbahasa Jawa Kuno hampir semua adalah petikan dari Kakawin Bharata Yuddha karya Empu Sedah dan Empu Panuluh pada jaman Prabu Jayabaya di Kediri. Hanya ada satu yang petikan dari Kakawin Ramayana (tapi S. Padmosoekotjo tidak menyebutkan suluk yang mana).

Di dalam buku ini ada sepuluh suluk (termasuk ada-ada, sendhon) yang diuraikan. Menurut saya buku ini sangat berguna untuk dalang maupun penggemar wayang kulit, karena buku ini dengan sangat jelas menguraikan ucapan suluk dalam bahasa Jawa kuno, kemudian arti kata-kata suluk tersebut dalam bahasa Jawa sekarang. Sangat menarik. Dengan mengerti arti kata-kata suluk, akan membuat kita lebih menikmati pagelaran wayang kulit. Contoh susunan uraian penulis dalam buku ini :

Pertama dituliskan dahulu petikan kakawin dalam huruf Jawa dengan bahasa Jawa Kuno. Setelah itu petikan kakawin itu di-alih aksara-kan ke dalam huruf Latin persis sama dalam bahasa Jawa Kuno. Karena penuh tanda baca yang sukar di dapat di teknik typhografi (pada waktu itu) maka penulis menuliskan.

Source wayangpustaka.wordpress.com wayangpustaka.wordpress.com/2009/12/05/suluk-pedhalangan-s-padmosoekotjo
Comments
Loading...