Literatur Pewayangan : Unsur Islam dalam Pewayangan

0 146
Penerbit: Zarkasi, Effendy.
Penyunting: Mulyadi, M. Hari. , Adnan, Abdul Basit.
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Sala : Yayasan Mardikintoko, 1996
Jika kita melihat lagi ke belakang, bahwa perjalanan sejarah pewayangan yang berkembang di Indonesia, menurut para peneliti dan para ahli sejarah, telah mengalami perjalanan 3 zaman. 1. Zaman Animisme. Dijaman itu nenek moyang kita mempecayai bahwa semua yang berada dialam ini mempunyai Roh. Mereka beranggapan pula, bahwa Roh itu ada yang baik dan jahat. Agar Roh jahat tidak mengganggu manusia, maka mereka membuat gambar Roh jahat tersebut mirip raksasa, kemudian gambar itu ditempatkan di suatu tempat untuk dipuja dan di sembah.
Dibawah gambar roh itu di sediakan sesajen (sesajian) berupa makanan dan minuman.
Sampai saat ini hal tersebut masih di kerjakan oleh sebagian orang yang hidup di zaman modern seperti sekarang ini. 2. Zaman Hindu. Pada tahun 1500 SM, datanglah seorang hindu dari india yang bermaksud berdagang di Nusantara. Lama kelamaan mereka menikahi wanita pribumi sampai mempunyai keturunan.Yang mereka bawa dari negaranya bukan hanya barang barang yang hendak di perdagangkan, tetapi juga mereka membawa agama, bahasa, dan budaya. Agama yang mereka anut adalah agama Hindu, bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa sansekerta dan budayanya adalah ceritera mengenai keturunannya yang berkaitan dengan pra dewa yang mereka sembah. 3. Zaman Islam.
Source catalog.hathitrust.org catalog.hathitrust.org/Record/003298319
Comments
Loading...