Literatur Pewayangan : Unsur Islam dalam Wayang

0 175

Judul : Unsur Islam Dalam Pewayangan 
Penulis : Drs. Efendy Zarkasy
Penerbit : PT. Alama Arif 1977
Tebal : 182
Buku Bekas

Kalau  kita melihat lagi ke belakang, bahwa perjalanan sejarah pewayangan yang berkembang di Indonesia, menurut para peneliti dan para ahli sejarah, telah mengalami perjalanan 3 zaman. 1. Zaman Animisme. Dizaman itu nenek moyang kita mempecayai bahwa semua yang berada dialam ini mempunyai Roh. Mereka beranggapan pula, bahwa Roh itu ada yang baik dan jahat. Agar Roh jahat tidak mengganggu manusia, maka mereka membuat gambar Roh jahat tersebut mirip raksasa, kemudian gambar itu ditempatkan di suatu tempat untuk dipuja dan di sembah. Dibawah gambar roh itu di sediakan sesjen (sesajian) berupa makanan dan minuman.Sampai saat ini hal tersebut masih di kerjakan oleh sebagian orang yang hidup di zaman modern seperti sekarang ini.
2. Zaman Hindu. Pada tahun 1500 SM, datanglah seorang hindu dari india yang bermaksud berdagang di Nusantara . Lama kelamaan mereka menikahi wanita pribumi sampai mempunyai keturunan.Yang mereka bawa dari negaranya bukan hanya barang barang yang hendak di perdagangkan, tetapi juga mereka membawa agama, bahasa, dan budaya. Agama yang mereka anut adalah agama Hindu, bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa sansekerta dan budayanya adalah cerita mengenai keturunannya yang berkaitan dengan para dewa yang mereka sembah. Ketiga unsur tersebut agama.
Source buntetpesantren.org buntetpesantren.org/2008/07/unsur-islam-dalam-pewayangan.html
Comments
Loading...