Literatur Pewayangan : Wayang Kulit Purwa Gaya Yogyakarta

0 211

Wayang Kulit Purwa Gaya Yogyakarta: Sebuah Tinjauan Tentang Bentuk, Ukiran, Sunggingan oleh Sunarto. Tebal: 112 halaman. Penerbit: Balai Pustaka, 1989

Yogyakarta merupakan pusat pemerintahan dan kegiatan kebudayaan, kesenian pada masa dilam, tepatnya setelah kerajaan Mataram dibagi menjadi dua, yaitu Kerajaan Surakarta dan Kerajaan Yogyakarta (Ngayogyakarta Hadiningrat) yang masging-masing mempunyai kedaulayan sendiri-sendiri. Masjkuri dan Sutrisna Kutaja dalam sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai berikut : Kerajaan Yogyakarta lahir dari tercapainya perdamaian antara Susuhunam Paku Buwono III dan Pangeran Harya Mangkubumi yang berlangsung pada tanggal 13 Februari 1755 di desa Giyanti daerah Karanganyar Surakarta.

Dengan terbaginya kerajaan Mataram menjadi Kerajaan Surakarta dan Kerajaan Yogyakarta, timbullah suasana baru dalam alam kebudayaan dan kesenian di Kerajaan Yogyakarta khususnya. Bertitik tolak dari sinilah kesenian tumbuh dan berkembang dengan gaya yang baru yaitu gaya Yogyakarta, termasuk juga dalam wayang kulit Purwa. Sedangkan yang dimaksud dengan gaya adalah corak atau langgam yang dalam bahasa Inggris disebut “Style”, dalam Ensiklopedi Indonesia dijelaskan sebagai berikut :

“Sebenarnya gaya berarti sikap pribadi dari seniman terhadap gejala-gejala pernghidupannya. Gaya berarti pula penjelmaan getaran-getaran sukma dan seniman . seniman senantiasa hidup dan berhubungan dengan masyarakat dan massanya oleh sebab itu gaya juga mengungkapkan masyarakat dan masyarakat tersebut.” Jadi pengertian gaya menurut terminology dalam dunia seni yang memberikan keterangan tentang langgam.

Source bukuwayang.wordpress.com bukuwayang.wordpress.com/2013/01/21/gaya-yogya-2
Comments
Loading...