Lukisan Wayang : Lukisan Judul Saatnya Mendengar

0 200

Kontekstual. Tidak hanya humoris dan satire, kesan renungan juga tecermin dalam lukisan dua dimensi tersebut. Salah satunya lukisan wayang Ganesha yang memeluk papan larangan mengaktifkan telepon seluler. Sesuai dengan telinga lebarnya, Ganesha mencerminkan ajakan untuk mendengar ketimbang banyak bicara, seperti yang disimbolkan larangan menggunakan ponsel. “Saatnya Mendengar” judulnya. Tokoh Ganesha yang bijaksana ini juga coba mengingatkan pemimpin agar menerima masukan dari suara rakyat.

Tidak melulu ingin mendengar yang diinginkan saja. “Asal Bapak senang”. Meskipun hampir semua lukisan yang dipamerkan dibuat pada 2012, karya Toto justru tidak kehilangan konteksnya. Ajakan untuk mendengar di lukisan Ganesha, misalnya, sesuai dengan “karut-marut” bangsa ini akibat merebaknya ujaran kebencian di media sosial. Semua ingin berkomentar. Gambar di atas kanvas Toto tersebut lahir selama 2011 hingga 2013.

Saya mengamati kehidupan sehari- hari kita yang waktu itu tidak lepas dari telepon pintar

ujar Toto saat ditemui Rabu (24/5), di Kantor Bank Indonesia, Jakarta. Toto tidak sedang menggambar ketika ditemui. Lulusan Teknik Sipil Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, ini sudah enam bulan bekerja sebagai konsultan bangunan.

Kenapa saya butuh tiga tahun untuk melukis wayang kontemporer? Karena saya juga harus bekerja mencari uang, seperti yang saya lakukan sekarang

ujar Toto menjelaskan pameran lukisannya yang ke-14 itu. Sebenarnya, Toto bisa saja tidak bekerja & melukis.

Source Kompas kompas.id/baca/hiburan/2017/05/27/wayang-toto-abad-ke-21
Comments
Loading...