Museum Wayang : Museum Potehi Klenteng Hong

0 215

Museum Potehi Klenteng Hong San Kiong Gudo sudah terkenal. Namun belum banyak yang tahu bagaimana pembuatan wayang mungil berbagai karakter tersebut. Beberapa waktu lalu Jawa Pos Radar Jombang berkunjung ke klenting ini. Sekira pukul 09.00 WIB, ratusan wayang potehi setengah jadi dijajar di halaman museum. Bentuknya masih banyak yang belum sempurna, namun karakter alias wajah wayang potehi sudah mulai tampak. Ada karakter raja, putri, prajurit hingga anak anak dengan wajah lucu.

Ya, hampir setiap pagi pekerja membuat wayang potehi untuk keperluan pertunjukan. Ratusan wayang potehi tersebut dibuat dari kayu warung gunung. Dipilihnya kayu warung gunung karena bahannya empuk, mudah dibentuk dan tidak mudah pecah ketika dipahat.

Apalagi kayu warung gunung memiliki tekstur warna yang bersih. Sehingga memudahkan pewarnaan

ujar Alfian, 32 dalang wayang potehi. Setelah dipahat, proses selanjutnya adalah pewarnaan. Proses ini sangat krusial karena pemilihan warna menentukan karakter setiap wayang. Misalnya, karakter raja biasanya diberi paduan warna merah dan hitam. Hal itu tentu berbeda dengan pemberian warna untuk karakter ratu maupun anak anak.

Ada ribuan karakter diwayang potehi. Karena setiap cerita beda pula karakter yang dimainkan

sambung dia. Setelah pewarnaan kelar, kemudian wayang potehi dipasangkan baju. Baju tersebut terdiri dari baju dalam, baju utama dan dan topi. Setiap wayang diberikan asesoris.

Source Kompas kompas.id/baca/utama/2018/11/19/festival-teater-jakarta-ke-46-jawab-tantangan-zaman
Comments
Loading...