Nama Tokoh Wayang : Bima Wanda Lintang, 1655

0 799
Wanda adalah ekspresi terutama pada wajah dan bentuk tubuh dari tokoh wayang yang mengungkapkan watak dan kepribadian dari tokoh wayang tersebut untuk mendukung suasana-suasana tertentu dalam sebuah adegan. Sebagai contoh, Prabu Baladewa mempunyai wanda sebagai berikut, Baladewa wanda Paripeksa, digunakan untuk adegan yang memiliki suasana normal, tidak dalam keadaan marah. Pada saat adegan Prabu Baladewa menghadiri suatu perhelatan misalnya upacara perkawinan, maka dipergunakan Baladewa wanda Jagong, Baladewa wanda Geger dipergunakan pada saat adegan peperangan/pertempuran, sedangkan untuk mendukung adegan dengan suasana marah, digunakan Baladewa wanda Kaget (terkejut).
Secara umum wanda wayang merupakan kesatuan dari berbagai unsur yang terdiri dari posisi menunduk atau tengadahnya muka/wajah wayang, ukuran dan bentuk sanggul, ukuran dan bentuk mata, kondisi badan, yaitu ukuran dan posisinya, ukuran dan keseimbangan leher, sikap dan keseimbangan bahu, ukuran bentuk perut, dan busana yang dipakai. Dari hal yang telah disampaikan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dari setiap satu tokoh wayang dapat memiliki bermacam-macam wanda dan bentuk serta ukuran untuk mendukung disetiap suasana adegan yang memang dibutuhkan.

Bima wanda Lintang diciptakan tahun 1655 Saka atau 1733 Masehi pada zaman Paku Buwana II, raja Kartasura. Badannya agak gemuk, tubuhnya agak condong ke depan dan bahu belakangnya lebih tinggi dibandingkan yang depan. Lehernya relatif agak panjang.

Source paknetyas71.blogspot.co.id paknetyas71.blogspot.co.id/2013/07/bima-werkudara.html
Comments
Loading...