Nama Tokoh Wayang : Kama Salah, Simbol dari Ketamakan

0 243

Wayang sebagai fiksi yang divisualkan sedemikian rupa agar masyarakat bertambah tertarik dan percaya, bahwa Betara Kala betul-betul ada. Padahal tokoh raksasa itu hanya simbol. Maka kalau upacara ruwatan ini ingin terus dilestarikan, nilai simbolis dari kelahiran Betara Kala itu yang perlu dipahami. la simbol ketamakan akibat sperma yang tercecer.

Itu sebabnya Betara Kala juga dinamakan Kama Salah atau sperma yang salah tempat

ujar Subalidinata. Tapi upacara ruwat, menurut Dr. Budi Susanto, diterjemahkan lain. la adalah simbol penghargaan terhadap suatu gejala atau perubahan yang tidak terduga. Di saat rasio tak mampu menjawab, ketika pikiran sudah mentok tak sanggup memecahkan, maka ruwatan memang cara termudah untuk memasrahkan diri dengan harapan gejala perubahan itu pulih kembali.

Bagaimanapun aktivitas seremonial sakral ini akan mampu memberikan dampak psikologis bagi yang percaya dan melakukannya

ujar antropolog lulusan Cornell University itu. Betul sekali, Susanto dari Surakarta misalnya, mengaku begitu usai anaknya yang unting-unting diruwat merasa plong dadanya.

Hilang beban saya sekarang. Bertahun-tahun upacara ruwatan ini kami tunggu, baru sekarang sempat terlaksana. Ya, semoga keluarga kami dijauhkan dari berbagai cobaan

ungkapnya berharap. Susanto bisa jadi wakil contoh kecil dari sekian banyak contoh besar, bahwa ruwatan merupakan upaya transendental yang sanggup menenangkan batin manusia yang lagi bimbang dan guncang.

Source intisari.grid.id intisari.grid.id/read/0375741/tradisi-jawa-ruwatan-dengan-pergelaran-wayang-kulit?page=all
Comments
Loading...