Nama Tokoh Wayang : Wisanggeni (Membunuh Kala)

0 137

…Ayah Bunda tercinta satu yang tersisa
mengapa kau tiupkan nafasku ke dunia
hidup tak ku sesali mungkin ku tangisi
ku ingin rasakan cinta;
“semakin jauh ku melangkah, semakin perih jejak langkahku
hariku pun semakin sombong, meski hidup terus berjalan”
terus berjalan…

Batara Kala, segera bangkit dan menyeringai kepada Wisanggeni. Dengan tertatih-tatih kemudian ia mendekati Wisanggeni sembari tersenyum sinis. “Oh ini toh, yang telah membikin goro-goro di Jonggringsalaka? Pantas dari tadi hawa aneh yang bau terpancar dari tubuhmu yang kecil dan dekil”. Ejek Batara Kala. Sementara Wisanggeni hanya diam tak bergeming, saat diejek. Ia hanya mendongakkan kepala sambil memandang jauh keatas langit. Seolah-olah tidak mendengar perkataan Batara Kala.

Batara Guru langsung menengahi, “sudahlah Kala, jangan Engkau berbuat onar lagi. Disini sedang ada pertemuan antara Aku dan Wisanggeni, anak dari Penengah Pandawa. Lebih baik engkau kembali saja ke kediamanmu di Gondomayit sana…” “Aku menolak, aku ingin tetap berada disini untuk memastikan apakah anak yang masih bau kencur ini bisa membuat onar di Khayangan sini” sahut Batara Kala enteng. “Batara Kala, aku perintahkan kau untuk kembali ke kediamanmu sekarang. Titik”. “ha ha ha, wahai Ayahanda tercinta, janganlah mencoba untuk menakutiku. Bebas untuk bertemu dengan siapa saja & tidak ada bisa melarang.

Source Kompas kompasiana.com/roelly87/55009e2ea333118d73511385/seri-wayang-ii-wisanggeni-membunuh-batara-kala?page=all#
Comments
Loading...