Nama Tokoh Wayang : Wisanggeni (Pertempuran)

0 124

…peluhku pun mengering menanti jawabmu
tak akan pernah usai cintaku padamu
hanya kata yang lugas yang kini tercipta
kuingin rasakan cinta;
“semakin jauh kumelangkah semakin perih jejak langkahku
hariku pun semakin sombong meski hidup terus berjalan”
terus berjalan…

Hanya Batara Guru yang berani melangkah maju mendekati Wisanggeni. Dengan perlahan Batara Guru berkata: “Duhai Wisanggeni, cucuku. Mengapa engkau sampai tega berbuat begini, kau hampir saja membunuh dewata di Khayangan yang sangat suci. Tahukah karma akibat tindakanmu ini?” “Batara Guru, urusanmu denganku belum selesai. Tunggu setelah datang Batari Durga, aku akan kembali membuat perhitungan denganmu!” Benar juga tidak lama kemudian, datang suatu hawa panas dari pintu gerbang istana.

Dan dengan cepat dua sosok tamu itu mendatangi gelanggang menuju hadapan Batara Guru dan Wisanggeni yang sedang berbicara. “Wahai, junjunganku Batara Guru, Dewa penguasa jagad. Hamba datang kesini karena merasakan suatu firasat yang buruk sedang terjadi. Dan ternyata benar, Anak kita Batara Kala menjadi bulan-bulanan oleh manusia setengah dewa ini. Mengapa Engkau hanya bertepuk sebelah tangan membiarkan bocah lancang ini membuat keonaran?” Saat Batara Guru hendak bicara, langsung dipotong oleh Wisanggeni. “Wahai Batari Durga, firasatmu memang tidak salah. Aku berbuat keonaran di Khayangan ini karena sedang meminta keadilan dari Batara.

Source kompasiana.com kompasiana.com/roelly87/55009e3aa33311537351172d/seri-wayang-ii-wisanggeni-pertempuran-melawan-seluruh-dewata?page=all
Comments
Loading...