Naskah Wayang : Pathet Manyura, Jejer Kerajaan

0 284

Adegan Manyura pertama dapat berupa jejer kerajaan, padepokan, kahyangan, ataupun ksatrian. Adegan Manyura kedua dapat disambung dengan adegan-adegan berikutnya. Perang Manyura pertama, dapat diikuti adegan-adegan berikutnya dalam Pathet Manyura. Amuk-amukan atau Perang Brubuh adalah merupakan perang terakhir dalam pertunjukan semalam suntuk yang menandai kekalahan dari tokoh jahat dan kemenangan dari tokoh baik. Tayungan adalah tarian yang melambangkan kegembiraan setelah mendapatkan kemenangan dalam perang brubuh.

Tarian ini biasanya dilakukan oleh tokoh Bima, Bathara Bayu, Anoman atau bahkan panakawan Petruk dengan menari jathilan. Jejer Manyura terakhir adalah pertemuan pihak yang jaya atau sang pahlawan dilanjutkan dengan tanceb kayon. Susunan adegan dalam satu lakon tersebut tidak mutlak tergantung lakon/cerita yang disajikan, dan hal tersebut bisa berubah tergantung sanggitnya dalang dalam menyusun adegan. Susunan adegan pakeliran gaya Surakarta ada sedikit perbedaan dengan gaya Jawatimuran.

Adegan seperti perang ampyak, gara-gara, adegan sintren tidak terdapat dalam pakeliran gaya Jawatimuran. Beberapa adegan lain sama hanya istilahnya saja yang berbeda, misalnya adegan Perang Gagal pada gaya Surakarta yang hanya dilakukan satu kali dalam Pathet Nem, untuk gaya Jawatimuran disebut dengan perang sepisan, dan bisa didapat dua atau tiga kali adegan yang sama dalam satu Pathet. Adegan perang kembang gaya Surakarta, di Jawatimuran disebut perang gagal yang melambangkan kegagalan.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_11/Pedalangan_Jilid_2_Kelas_11_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...