Naskah Wayang : Pathet Nem, Jejer Pertama Cerita

0 283

Jejer pertama biasanya jejer kerajaan (Amarta, Astina, Dwarawati), namun demikian ada juga yang bukan jejer kerajaan, misalnya dalam cerita Janggan Asmarasanta. Jejer pertama adalah adegan Panakawan Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Babak Unjal adalah adegan datangnya tamu yang masuk dalam adegan jejer pertama, misalnya jejer Amarta kedatangan tamu Resi Durna, atau Raja Sabrang. Kalaupun tidak menggunakan babak unjal adegan tersebut biasanya memanggil senapati atau punggawa.

Adegan ini disebut Inggah-inggahan. Ada pula yang babak unjalnya 2 kali, misalnya jejer Dwarawati dengan babak unjal Gathotkaca, dan tamu berikutnya adalah Boma. Ada lagi perpaduan antara babak unjal dengan inggah-inggahan, misalnya jejer Dwarawati dengan babak unjal Prabu Baladewa lalu memanggil Abimanyu, peristiwa ini disebut inggah-inggahan. Adegan Gapuran ini menandai berakhirnya adegan jejer (bedholan), yang dilanjutkan dengan perjalanan Sang Raja menuju Kedaton.

Dalam perjalanannya raja menyempatkan diri untuk menikmati keindahan suasana dalam kerajaan, salah satunya adalah keindahan gapura. Dewasa ini adegan gapuran sudah jarang sekali disajikan utamanya pertunjukan yang berada di daerah-daerah pedalaman/pedesaan, selain durasi adegan yang panjang dan monoton, gending yang digunakan juga cukup sulit garapnya yaitu gending Ayak-ayakan panjangmas serta janturan yang sulit dan juga panjang. Kedatonan merupakan adegan pertemuan antara raja dengan permaisuri di dalam kedaton. Adegan ini juga sudah jarang disajikan. Pasowanan Jawi.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_11/Pedalangan_Jilid_2_Kelas_11_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...