Ngesti Pandowo : Salah Satu Ikon Budaya Semarang

0 278

Pertunjukkan Wayang Orang Ngesti Pandowo sudah sangat identik dengan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Meski mengalami pasang surut, Ngesti Pandowo mampu terus bertahan untuk melestarikan budaya dan menghadirkan pertunjukkan untuk masyarakat Semarang dan wisatawan. Grup Wayang Orang Ngesti Pandowo telah menggelar pertunjukan sejak tahun 1940-an. Grup ini dirintis oleh beberapa seniman kawakan waktu itu, seperti Sastro Sabdho, Narto Sabdho, Darso Sabdho, Kusni, dan Sastro Soedirjo.

Kini Ngesti Pandowo telah memasuki generasi ketiga. Tidak mudah bagi Ngesti Pandowo yang berasal Madiun ini untuk mencapai puncak keemasannya. Di awal berdiri hingga tahun 1945, banyak kesulitan menghadang grup wayang orang ini. Namun mereka tetap ulet untuk terus berkarya dan lebih tertata dari mulai tahun 1949.  Puncaknya, ketika grup ini memperoleh kesempatan pentas di Istana Negara Jakarta yang dihadiri oleh Soekarno, Presiden RI Pertama.

Berkat kegigihan dan kiprah para seniman Ngesti Pandawa untuk terus menghasilkan karya seni budaya di Kotamadya Semarang. Paguyuban Wayang Orang Ngesti Pandowo dianugerahi piagam dari Presiden Republik Indonesia saat itu. Penghargaan berupa piagam “Wijaya Kusuma” yang diberikan pada tanggal 17 Agustus 1962. Ya, meski lahir di Madiun Jawa Timur, Ngesti Pandowo besar di Semarang. Tepatnya mereka mulai menetap di Semarang pada tahun 1950-an. Hadi Supeno, Wali Kota Semarang saat ini sangat menyukai kepiawaian seniman.

Source ngestipandawa.com ngestipandawa.com/2017/04/ngesti-pandowo-salah-satu-ikon-budaya-semarang
Comments
Loading...