Pagelaran Wayang : Bentuk-bentuk Pertunjukan Wayang

0 62

Bentuk-bentuk pertunjukan wayang, seperti bentuk pakeliran wayang padat, wayang layar lebar, wayang sandosa, wayang multimedia, wayang kemasan dan sebagainya. Hal itu di dukung dengan hadirnya pendidikan formal dalang yang berbentuk akademis seperti Institut Seni Indonesia yang memiliki program studi seni pedalangan. Sedangkan faktor eksternal yang datang dari para penonton atau pendukung wayang, mereka beranggapan bahwa pertunjukan wayang di dalamnya terkandung nilai-nilai historis, nilai filosofis, pedagogis dan nilai simbolis.

Bahkan mereka memandang bahwa pertunjukan wayang merupakan pandangan hidup masyarakat Jawa terutama lakon yang mengisahkan Pandawa dan Korawa. Sedangkan menurut peniliti asing B. Anderson bahwa mitologi wayang berkaitan dengan eksistensial orang Jawa. Bagai para politikus dan para pengambil kebijakan pemerintah bahwa pertunjukan wayang kulit merupakan media yang ampuh untuk menyebar luaskan ide-ide pembangunan, maupun untuk mempengaruhi aspirasi politik untuk golongan partai tertentu.

Pertunjukan wayang ternyata juga mengalami perubahan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dari yang semula ketat akan aturan-aturan menjadi longar mengikuti trend yang ada agar disukai oleh masyarakat. Semua perubahan tersebut tidak lepas dari faktor ekonomi, bila pertunjukan disukai masyarakat maka banyak masyarakat akan melihat pertunjukan baik secara langsung dalam sebuah pagelaran wayang kulit maupun melalui media elektronik dan ketika pertunjukan banyak dilihat dan diliput dalang akan mendapatkan banyak penghasilan dari kegiatan.

Source Research researchgate.net/publication/301740589_UPAYA_MENCEGAH_HILANGNYA_WAYANG_KULIT_SEBAGAI_EKSPRESI_BUDAYA_WARISAN_BUDAYA_BANGSA
Comments
Loading...