Pagelaran Wayang : Dukung Pertunjukan Wayang

0 22

Pada waktu seni pertunjukan wayang didukung oleh raja atau penguasa (government support), terbentuk tradisi pedalangan gaya keraton yang dikukuhkan dalam pendidikan formal dalang seperti Padhasuka dan Habirandha seperti Padhasuka dan Habirandha. Seiring dengan perubahan sosial yang terjadi bahwa, pertunjukan wayang dewasa ini didukung oleh masyarakat (communal support), artinya masyarakat yang menghidupi dan menanggap wayang untuk berbagai kepentingan seperti menyertai perkawinan, khitanan, ulang tahun, syukuran dan sebagainya.

Dengan demikian pedalangan yang didukung oleh masyarakat akan melahirkan gaya pedalangan yang baru yang sesuai dengan selera masyarakat. Hal itu juga dikatakan oleh Arnold Hauser dalam bukunya The Sociology of Art (1974), yang menyatakan bahwa, seni merupakan produk masyarakat maka pandangan masyarakat tertentu akan mempengaruhi wujud seni yang dihasilkan oleh masyarakat itu. Bertolak dari pemikiran Hauser, maka pertunjukan wayang kulit purwa Jawa juga mengalami perubahan baik dari teknis pakelirannya, maupun tanggapan penonton terhadap pertunjukan wayang.

Hal ini terjadi karean wayang merupakan bagian dari kebudayaan tidak luput dari pengaruh kebudayaan modern, dan tidak jarang bentuk-bentuk kesenian termasuk wayang diciptakan untuk kebutuhah praktis dan mengikuti selera pasar serta kurang memperhatikan nilai estetis. Fenomena yang terjadi dalam jagad pedalangan sekaran ini mengisyaratkan adanya pergeseran cara pandang masyarakat baik para pelaku wayang (dalang), maupun penonton dalam menyikapi pertunjukan wayang.

Source Research researchgate.net/publication/301740589_UPAYA_MENCEGAH_HILANGNYA_WAYANG_KULIT_SEBAGAI_EKSPRESI_BUDAYA_WARISAN_BUDAYA_BANGSA
Comments
Loading...