Pagelaran Wayang : Gelar Wayang Menghentak UI

0 15

Tidak lama berselang terdengarlah tangisan bayi menggelegar seantero Prianggani, tarikan napas lega, haru, dan kebahagiaan tak bisa terurai dengan kata-kata. Bayi laki-laki yang lahir itu putra dari Dewi Arimbi dan Bima. Kelak anak tersebut menjadi penerus generasi sebagai raja di Prianggani bila Dewi Arimbi sudah tiada

Pembukaan narasi di atas adalah bagian dari pertunjukan wayang semalam suntuk dengan lakon Gatotkaca Lahir. Ya, bayi laki-laki itu bernama Gatotkaca. Ia termasuk tokoh fenomenal dalam pewayangan. Sifat kepahlawanan dan kecakapan menjadikan Gatotkaca diidolakan bagi para penikmat wayang. Ki Purba Asmoro, selaku dalang menuturkan dengan sangat baik kisah Gatotkaca Lahir. Penggunaan bahasa Jawa yang apik dalam mengisahkan Gatotkaca mampu dihayati bagi para penonton yang mengerti bahasa Jawa.

Sebaliknya, bagi para penonton yang tidak bisa berbahasa Jawa justru tidak afdal memahami apa yang dituturkan sang dalang meski sinopsis kelahiran Gatotkaca sudah di tangan. Pertunjukan wayang lakon Gatotkaca Lahir merupakan puncak acara dari rangkaian acara Wayang Goes To Campus dengan tagline “Bersihkan Hati untuk Kejayaan UI” pada 4-5 April 2013 di Balairung UI, Depok. Acara ini digelar atas kerjasama Komunitas Wayang UI (KWUI) dengan Ikatan Alumni UI (ILUNI UI). Tujuan acara ini untuk memperkenalkan lebih dekat wayang kepada generasi muda sebagai salah satu kebudayaan Indonesia.

Source Kompas kompasiana.com/fitriharyanti/552e3dc16ea8347d2a8b45a2/gelar-wayang-menghentak-universitas-indonesia
Comments
Loading...