Pagelaran Wayang : Geunjleung Wayang, Salalakon

0 48

Geunjleung Wayang, Salalakon Tilu Dalang

benar-benar geunjleung (heboh). Tiga maestro dalang membawakan satu lalakon yaitu “Somantri Ngenger” dalam satu panggung. Peristiwa langka ini kemudian dibungkus dalam pidangan Seni Rumawat Padjadjaran lewat sebuah sentuhan khas Unpad, yang kemudian membuat geunjleung wayang ini menjadi sebuah hidangan yang memesona di Minggu (26/12) malam. Tepukan tangan meriah dari penonton yang memadati Grha Sanusi Hardjadinata (Aula Unpad), Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, menggema saat ketiga maestro dalang yaitu RH Tjetjep Supriadi, Dede Amung Sutarya, dan Asep Sunandar Sunarya memasuki Aula Unpad.

Namun sebelum ketiga dalang kahot ini tampil, Sarah Anais Andriew, seorang antropolog asal Prancis yang telah melakukan penelitian tentang wayang di Jawa Barat tampil membawakan panganteur. Pada panganteur yang dibawakan dalam Bahasa Sunda itu, Sarah mengatakan bahwa wayang golek merupakan sebuah kebudayaan yang menggabungkan berbagai seni. ”Wayang golek itu seni yang komplit, ada musik, tari, bentuk dan rupa didalamnya. Ku sabab kitu, abdi resep ninggal wayang g olek sapoe jeput,” tutur Sarah berbahasa Sunda dengan logat Prancis yang masih terasa.

Sarah juga mengatakan bahwa wayang golek adalah sebuah kebudayaan yang mempunyai peran sangat penting pada masa dahulu. Hal tersebut dikarenakan dalam pagelaran wayang bisa melibatkan berbagai cerita seperti politik, agama, sosial, budaya, pendidikan, dan moral.

Source news.unpad.ac.id news.unpad.ac.id/?p=38408
Comments
Loading...