Pagelaran Wayang : Kenapa Gelar Wayang Sarkas

0 65
Wayang sebagai bagian seni pentas, baik itu wayang orang, kulit, ataupun golek, yang dalam perkisahannya identik dengan fragmen-fragmen Ramayana dan Mahabarata, dari waktu ke waktu berada dalam rel dinamika penyikapan terhadap lingkungan dan budaya yang men
zamani
nya. Kiranya salah besar apabila kemudian terjadi polemik tentang pergeseran nilai-nilai kewayangan, seperti pernah terjadi pada dekade delapan puluhan sampai sembilan puluhan. Para budayawan Jawa (dari berbagai kalangan) gagal mencapai kesimpulan dan membuat formula bagaimana cara ‘mengunci’ wayang di dalam satu kotak pandora bernama “pakem’. Bagaimana seni pewayangan menjadi benda pusaka suci yang tidak boleh disentuh oleh peradaban selanjutnya.  Wayang harus ‘seolah-olah’ menjadi saksi bisu suatu ‘kemandegan’ proses berbudaya suatu bangsa.
Source Kompas kompasiana.com/triastomo.sudiro/550d46a98133111578b1e781/mengapa-pentas-wayang-lalu-menjadi-sarkas
Comments
Loading...