Pagelaran Wayang : Lakon Gubahan Tidak Bersumber

0 223

Mula – mula ruang lingkup penyebaran wayang Cina – Jawa sebagai suatu bentuk pagelaran, hanya terbatas dalam lingkungan masyarakat Cina, terutama golongan peranakan. Rupanya lakon merupakan faktor utama yang menjadikan pagelaran itu disukai mereka. Sebab semua lakon yang disajikan, merupakan gubahan dari perbendaharaan. Gubahan yang ceritanya tidak bersumber pada perpustakaan wayang purwa, hanya menggunakan nama tokoh dan kraton yang ada pada cerita wayang.

Misalnya : Antasena, Gambiranom, Dewa Amral, Dewa Katong dan sebagainya. Wayang – wayang ini sejarahnya adalah wayang yang telah rusak parah ada yang kepalanya hilang ada yang memang rusak di kaki, wajah, makutho, grudan dan sebagainya, akhirnya karena ki Djoko Langgeng juga disebut Dokter wayang maka dengan kreativitasnya wayang – wayang yang rusak tersebut di operasi menjadi wayang panji dan hasilnya menjadi wayang gubahan.

Tokoh Antasena tak akan ditemukan pada cerita Mahabarata aslinya versi India. Tokoh Antasena hanya ada dalam kisah wayang gubahan Jawa. Di samping itu, cerita wayang gubahan Yogyakarta membedakan secara tegas, antara Antareja dan Antasena sebagai dua tokoh yang sama berbeda nama. Meskipun keduanya digambarkan sebagai sosok pencari makna kehidupan sejati, akan tetapi tingkah laku keduanya amat berlainan. Karakter Antasena khas, ia selalu bicara ngoko terhadap siapa, walaupun tetap sikap yang hormat. Ini menggambarkan prinsip egalitarinisme dianut oleh Antasena. 

Source My Wayang Yoga Hart
Comments
Loading...