Pagelaran Wayang : Lakon Karangan Bersifat Lepas

0 1.307

Setiap pagelaran wayang menghadirkan kisah atau lakon yang berbeda. Ragam lakon terbagi menjadi 4 kategori yaitu lakon pakem, lakon carangan, lakon gubahan dan lakon karangan. Lakon pakem memiliki cerita yang seluruhnya bersumber pada perpustakaan wayang sedangkan pada lakon carangan hanya garis besarnya saja yang bersumber pada perpustakaan wayang. Lakon gubahan tidak bersumber pada cerita pewayangan tetapi memakai tempat – tempat yang sesuai pada perpustakaan wayang, sedangkan lakon karangan sepenuhnya bersifat lepas.

Cerita wayang bersumber pada beberapa kitab tua misalnya Ramayana, Mahabharata, Pustaka Raja Purwa dan Purwakanda. Kini, juga terdapat buku – buku yang memuat lakon gubahan dan karangan yang selama ratusan tahun telah disukai masyarakat Abimanyu kerem, Doraweca, Suryatmaja Maling dan sebagainya. Diantara semua kitab karangan, yang ceritanya sama sekali lepas dari perpustakaan wayang purwa, seperti : Praja Binangun, Linggarjati.

Dalam lakon Praja Binangun diketengahkan nama tokoh – tokoh wayang seperti : Ratadahana atau Jendral Spoor, Kala Miyara atau Meiyer, Dewi Saptawulan atau Juliana, Bumiandap atau Nederland dan sebagainya. Yang dimaksud perpustakaan wayang purwa dan menjadi acuan lakon pagelaran wayang kulit adalah “Serat Pustaka Raja Purwa” karangan Raden Ngabehi Ronggowarsito pada 1802 – 1873. Selain itu ada “Serat Purwakhanda” karangan Sri Sultan Hamengkubuwana V pada 1822 – 1855 dan “Serat Pedhalangan Ringgit Purwa” karya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VII pada 1916 – 1944.

Source My Wayang Yoga Hart
Comments
Loading...