Pagelaran Wayang : Nonton Pertunjukkan Wayang

0 51

Rintik hujan awali malam, mendung gelap penuh kelap, diselingi kilatan cahaya malam, semakin malam serasa seram. Lamat terdengar irama gamelan, laksana malam dalam pertunjukan, ataukah mungkin orang hajatan, dengan tetabuan yang memecah keheningan. Semakin dekat kaki ini melangkah, irama gamelan kian menggemah, merdu dengan lengkingan kidung sinden yang bersahutan. Nampaklah pada panggung pertunjukan wayang, dibalik layar yang berbayang, kutatap tajam setiap bayangan, ku reka dan ku kenali sederat nama wayang dipertontonkan.

Dalam bayang sukmaku serasa turut melayang, akan hidup setiap insan, manusia laksana wayang, setiap saat si mainkan setelah itu dibaringkan, dalam kotak penuh kegelapan. Wayang pasrahkan raganya pada dalang, Sang Penguasa pada layar berbayang, kadang ada tuk berperang, kadang tampil tuk ungkapkan sayang Bila dalang berkehendak turunkan wayang, semua tinggal cerita dibalik layar berbayang, hanya wayang perkasa yang terakhir menghilang dalam keremangan disertai asap kemenyan

Source kompasiana.com kompasiana.com/kvinlsvtm/5a95589dcf01b44c214f5762/nonton-wayang
Comments
Loading...