Pagelaran Wayang : Pagelaran Wayang di Australia

0 58

Tanggal 21 Mei yang lalu, James O. Fairfax theatre dalam area National Gallery of Australia, Canberra menjadi host pagelaran wayang kulit berjudul

Bima in the forest of Marta
atau
Babad Wanamarta

Ruangan berkapasitas 300 tempat duduk tersebut dipenuhi oleh penonton yang bahkan rela berdiri di sisi-sisi ruangan, di balkon, tiduran atau duduk-duduk di bantal di samping panggung. Serasa memindahkan suasana pedesaan Jawa tiga dekade yang lalu ke Australia, Ki puppet master Dr. Joko Susilo didukung Ngesti Budaya Gamelan ensemble yang di-kendang-i oleh Soegito Hardjodikoro menjadi bintang pada acara budaya sore itu. Wayang versi Jawa dipertunjukkan di sebuah layar putih/“kelir” didepan sorot lampu yang ditonton di sisi sebaliknya sehingga disebut wayang (bayang-bayang).

Bersumber kisah Mahabarata atau Ramayana, wayang Jawa menceritakan Pandawa melawan Kurawa yang merefleksikan nilai-nilai filosofi kehidupan pertarungan antara kebenaran melawan kebathilan. Dimainkan oleh ki dalang dalam beberapa fragmen, figur-figur wayang bisa berdialog, bermanuver, berperang, dilengkapi dengan berbagai senjata atau kendaraan. Percakapan dibuat dengan suara berbeda antar tokoh, diselingi humor, petuah, tembang, suluk, membuat wayang kulit sebuah hiburan populer di Jawa.

Source kompasiana.com kompasiana.com/nico-andrianto/5509da268133113d76b1e323/pagelaran-wayang-kulit-di-national-gallery-of-australia
Comments
Loading...