Pagelaran Wayang : Pentas Wayang Kulit di Monas

0 225

Gelar pentas wayang kulit di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (14/4) mendatang, menampilkan dalang Ki Gunarto Gunotalijendro, dengan cerita Pancasonya Wreksakaning Bumi. Apa itu? Lakon atau cerita ini jarang dipentaskan oleh dalang-dalang wayang kulit. Padahal, pesan moralnya sangat kontekstual dengan situasi Indonesia dewasa ini, dalam banyak hal. Iya, Pancasonya Wreksakaning Bumi merupakan pusaka yang membuat sang pemilik tidak akan meninggal selama masih menginjak bumi.

Apa artinya? Artinya, di tengah gelombang dan hantaman badai globalisasi, Indonesia harus tetap jaya. Indonesia harus tetap jaya, asal tetap berpijak pada nilai-nilai tentang kejatidirian bangsa sendiri. Tetap membumi. Pilihan cerita yang ditawarkan oleh dalang yang dikenal sebagai dalang jago salto ping seket ini sangat menarik. Bukan hanya pesan ceritanya, tetapi juga atraksi-atraksi yang dimainkannya. Disebut jago salto ping seket, itu karena Ki Gunarto yang juga sebagai duta budaya Indonesia untuk negara-negara Eropa dan Jepang itu dikenal sebagai dalang yang piawai memainkan wayang bersalto sampai lima puluh kali—bahkan lebih—dalam adegan perang, selama pertunjukan berlangsung.

Gerak salto, ini juga merefleksikan bahwa pada era globalisasi ini banyak orang harus berjungkir balik untuk bisa mempertahankan eksistensinya. Tidak hanya di dunia politik, tetapi juga ekonom, sosial, dan budaya, banyak orang harus piawai bersalto. Tidak pula hanya di kalangan elite.

Source poskotanews.com poskotanews.com/2018/04/12/salto-ping-seket
Comments
Loading...