Pagelaran Wayang : Pertunjukan Wayang Orang THR

0 97

Pertunjukan wayang orang THR sangat terkenal dengan kekentalan nilai tradisionalnya. Apalagi kurangnya proses latihan antara tokoh-tokoh wayang orang, penari, serta pemusik Wayang Orang THR menyebabkan tidak adanya penekanan musik terhadap adegan-adegan tertentu. Komunitas Wayang Orang THR selalu menerapkan nilai-nilai tradisi wayang orang gaya Surakarta yang pakem. Hal ini dirasa agar tidak menghilangkan ciri khas dari sebuah pementasan wayang orang.

Dalam pemanggungannya Komunitas Wayang Orang THR masih menggunakan kelir atau layar sebagai unsur pendukung jalannya cerita. Desain kelir disesuaikan dengan tema cerita yang dibawakan misalnya dilukis dengan gambar hutan, alun-alun, pendopo kerajaan, dan lain-lain. Penggunaan kelir ini memberikan kemudahan bagi penonton untuk mengetahui dimana adegan tersebut berlangsung. Keterbatasan waktu dan biaya mengakibatkan pertunjukan Wayang Orang THR ditampilkan dengan seadanya.

Sehingga dalam pertunjukannya terkesan kurang menarik perhatian dari penontonnya. Kemasan pertunjukan yang digelar juga cukup lama dengan durasi 3-4 jam. Hal ini juga mengakibatkan kejenuhan pada penonton. Perubahan yang ada dalam bentuk pertunjukan Wayang Orang THR terdapat pada elemen gerak, bahan tata rias yang kini mulai menggunakan bahan modern, penggunaan aksesoris, tata cahaya, penyutradaraan, serta durasi pertunjukan. Sedangkan keberlanjutan yang ada dalam bentuk pertunjukan Wayang Orang THR terdapat pada elemen cerita wayang orang, struktur penyajian, bahan tata rias tradisional yang digunakan pemain, rias.

Source jurnalmahasiswa.unesa.ac.id jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/apron/article/view/11981/11181
Comments
Loading...