Pagelaran Wayang : Pertunjukan Wayang Topeng Malang

0 195

Pertunjukan wayang topeng Malang. Pertunjukan itu hampir mirip dengan konsep wayang orang. Bedanya, dalam wayang topeng, semua pemain memakai topeng. Seni pertunjukan itu dimainkan manusia, tapi tidak memperlihatkan wajah asli sang pemain. Sesuai dengan namanya, para pemain dalam pertunjukan ini menggunakan topeng sebagai penutup muka. Wayang topeng Malang punya kekhasan tersendiri. Salah satunya ialah pahatan karakter wajah seseorang pada kayu yang tampak lebih nyata.

Selain itu, warnanya lebih beragam dan mencolok jika dibandingkan dengan topeng dari daerah lainnya. Warna-warna tersebut mempunyai makna masing-masing. Warna merah melambangkan karakter pemberani. Warna kuning melambangkan kesena­ngan atau sifat ceria. Warna hijau melambangkan kesuburan atau kedamaian. Warna biru atau hitam melambangkan sifat bijaksana. Kekhasan lain terletak pada 15 elemen topeng yakni mata, alis, hidung, bibir, kumis, jenggot, jambang, rambut, hiasan, urna, jamang, cula, sumping, isen-isen, dan warna.

Setiap elemen inilah yang akan membentuk tokoh khas Malangan seperti Panji Asmorobangun, Dewi Sekartaji, Raden Gunungsari, Bapang Jayasentika, dan Klana Sewandana. Pertunjukan wayang topeng Malang biasanya dimulai dengan gending giro. Lalu disusul dengan Tari Beskalan Patih. Barulah masuk pada jalan cerita dalam bagian jejer jenggolo/kediri/sabrang. Jejer menceritakan permasalahan yang dihadapi. Keinginan Prabu Sewandana untuk merebut Dewi Sekartaji dari Kerajaan Jenggala. Setelah itu disusul adegan perang gagal. Adegan itu pertemuan.

Source Media Indonesia mediaindonesia.com/read/detail/126045-visualisasi-pertunjukan-wayang-topeng-malang
Comments
Loading...