Pagelaran Wayang : Sekelompok Wayang dari Eropa

0 95

Sekelompok wayang dari Eropa pentas di Indonesia dan mengusung diri sebagai kandha buwana. Dalam dunia pedalangan wayang, kandha buwana merupakan tingkatan tertinggi. Herman Sinung Janutama, budayawan dan peneliti filsafat Jawa, yang menyaksikan pentasnya di Surakarta, laksana diingatkan pada sebutan menange zaman edan yang dikemukakan Ranggawarsita. Selain itu, yang membuatnya merinding, ki dalang Isaac Cohen (Matthew Isaac Cohen, profesor dari London, Inggris, kelahiran Amerika Serikat) menceritakan secara terperinci mengenai kejadian ketika Janaka masuk di wilayah Ki Lurah Semar, di Karang Kadempel.

Ajaran Semar kepada Janaka, mantra-mantra, aji-ajian, mampu diceritakan sedemikian rinci. Tidak pernah ada dalang (ratusan dalang di Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta) yang bertindak jauh seperti itu. Enam jam penuh berlangsung, tidak ada artis bintang tamu, sindennya pun orang mancanegara. Rama Kuntara pernah berkata bahwa sapolahpolahe pedalangan nikudinengke mawon. Nantinya akan tersaring dengan sendirinya, ungkap Trisno Santoso, doktor dari jurusan pewayangan ISI Surakarta, yang juga sering dipercaya sebagai juri wayang tingkat regional dan nasional.

Maksudnya, yang bagus bisa terus ada, sedangkan yang dianggap masyarakat tidak bagus, akan ambles dengan sendirinya. Tidak usah khawatir akan ulah seniman. Seniman itu bangganya kalau membuat perubahan, dan akan lebih bangga lagi kalau gagasan perubahannya itu mendapatkan tanggapan dari masyarakat. Akan lebih bangga.

Comments
Loading...