Pagelaran Wayang : Sepi Saat Pertunjukan Wayang

0 14

Keaadan suasana yang sepi penonton ketika pertunjukan Wayang Orang THR ditempatkan sebagai objek audiens penikmat pertunjukan. Oleh karena itu, keaadaan masyrakat sebagai penonton Wayang Orang serta sebagai penduduk Surabaya dimasukakan kedalam konsep Pavis oleh pengkaji ditempakan sebagai budaya target. Pada lingkup masyarakat Surabaya yang sebagian besar penduduknya sudah modern dan juga memiliki penduduk pendatang baik dalam negeri maupun luar negeri.

Penduduk pendatang sangat bervariasi, baik sebagai mahasiswa, pedagang, karyawan dan seniman memiki latar budaya masing-masing. Sehingga menjadikan kehidupan kehidupan di Surabaya mempunyai corak masing-masing serta mempunyai kebudayaan yang bervariasi seiiring perkembangan jaman. Selain itu masyarakat Surabaya yang bersifat modern menjadikan warga berinteraksi dengan teknologi dan komunikasi yang berkembang. Selain, warga mengikuti perkembangan ilmu teknologi dan komunikasi, dengan munculnya internet, televisi dan lain-lain mengaharus pertunjukan wayang orang mampu bersaing.

Tentunya penonton mengharapkan hiburan yang praktis dan tidak memakan waktu yang banyak. Pada tanggal 23 Pebuari 2017 tepatnya pada pukul 19.00 peniliti mengikuti sebuah proses penuangan ide garap yang dilakukan Komunitas Graha Seni Mustika Yuastina Suarabaya di basecamp tempatnya di sebelah timur Rumah Sakit Dr. Soetomo, Jalan Mojoklangru Lor No 61. Pertemuan bertujuan untuk membahas tentang gagasan lakon yang akan disajikan pada tanggal 15 Juli 2017 di Gedung Cak Durasim Surabaya. Para anggota yang menjadi pendukung pagelaran 15 Juli 2017.

Source journal2.um.ac.id journal2.um.ac.id/index.php/dart/article/download/2185/1287
Comments
Loading...