Pagelaran Wayang : Struktur Penyajian Wayang Orang

0 107

Struktur penyajian merupakan urutan sajian yang diawali dengan pembukaan dan penutupan. Dalam pertunjukan wayang orang THR, Tribuana, maupun Mustika Yuastina, sajian pertunjukan awal adalah tampilnya musik pengantar suasana yang membawakan gending-gending Jawa. Selain menciptakan suasana, pada bagian ini juga berfungsi sebagai tanda akan mulainya pertunjukan wayang orang. Bagian selanjutnya yang disebut dengan bagian ekstra adalah suatu bagian yang menampilkan tarian pembuka tanpa ada kaitannya dengan cerita dalam pertunjukan wayang orang.

Tarian ekstra yang sering ditampilkan oleh komunitas Wayang Orang THR, Mustika Yuastina, dan Tribuana adalah Tari Gambyong. Tari Gambyong merupakan bentuk tari tradisional dari Jawa Tengah yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu bahkan untuk acara resepsi pernikahan. Selanjutnya seorang dalang memberikan informasi cerita atau lakon yang akan dibawakan. Setelah dalang berbicara, barulah masuk pada bagian inti yang menyajikan serangkaian pembabakan dari awal hingga akhir cerita.

Struktur penyajian Wayang Orang THR,  Mustika Yuastina, dan Tribuana terbagi atas tiga adegan yang biasa disebut dengan pathet nem, pathet sanga, dan pathet manyura. Di dalam struktur penyajian yang membedakan dari ketiga komunitas wayang orang tersebut yaitu pemakaian struktur penyajian. Di dalam Wayang Orang THR struktur penyajian tersebut digunakan secara lengkap. Namun pada Graha Mustika Yuastina dan Komunitas Wayang Orang Tribuana penggunaan struktur penyajian ringkas.

Source jurnalmahasiswa.unesa.ac.id jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/apron/article/view/11981/11181
Comments
Loading...