Pagelaran Wayang : Tatah (Pahat) Bubukan Wayang

0 293

Ada perbedaan dalam pagelaran tatahUnsur tatahan dalam wayang kulit inilah yang selama beberapa kurun waktu dipelajari dan dipertahankan secara turun-temurun, sehingga tetap dikenal hingga sekarang. Dalam wayang kulit purwa diketahui sedikitnya ada empat belas unsur tatahan yang dapat diuraikan sebagai berikut : Tatahan bubukan. Tatahan bubukan adalah bentuk tatahan wayang kulit yang menyerupai rumah bubuk atau binatang perusak kayu yang berbentuk bulat-bulat dengan diameter sekitar 0,2 mm atau lebih.

Dalam tatahan wayang kulit berbentuk bulat-bulat itu digunakan untuk membentuk suatu garis, sehingga nampak lembut. Dalam perkembangannya penggunaan tatahan bubukan ini mempertimbangkan masalah teknik, sehingga muncul tatahan dengan sebutan bubukan loro-loro, bubukan telu-telu dan seterusnya. Jenis tatah ini difungsikan untuk menatah bagian garis pokok dari struktur bentuk busana wayang, terutama untuk tokoh-tokoh wayang yang berukuran kecil-kecil.

Tatah atau pahat Bubukan. Jenis tatah atau pahat ini adalah berupa lubang – lubang kecil berderet, yang digunakan untuk membuat kesan gambaran garis. Biasanya tatah atau pahat bubukan diseling dengan tatah atau pahat tratasan. Tatah atau pahat berseling antara Tratasan dan Bubukan dengan maksud agar kulit di bagian yang ditatah itu tidak mudah patah atau robek. Ini juga disebut tatah atau pahat lajuran atau tatah atau pahat lajur. Bentuk bubukan :

  1. Bubukan biasa,
  2. Bubukan iring dan
  3. Bubukan manis

Source My Wayang Fliphtml5
Comments
Loading...