Pameran Wayang : Kolaborasi Wayang untuk Bangsa

0 106
Molek wayang golek tiga dimensi dan koleksi lukisan wayang dua dimensi pamer pesona dalam satu ruang bersama. Dua dari 40 lebih karya perupa perempuan Indonesia Sasya Tranggono yang dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, 14 Februari-10 Maret 2019. Pameran tunggal kali ini, yang bertema ‘Cinta untuk Indonesia’, merupakan perayaan perjalanan 30 tahun Sasya berkarya. Berbeda dari pameran sebelumnya, Sasya untuk kali pertama menampilkan seni instalasi berupa wayang golek, dengan proporsi tubuh manusia yang diciptakan khusus.
Inilah eksplorasi Sasya di dunia seni rupa terutama wayang golek sebagai sumber inspirasinya. Instalasi tersebut kemudian dikolaborasikan dengan lukisan wayang dua dimensi. Konsep teatrikal itulah yang membedakan Sasya dari perupa perempuan lain di Indonesia. Lukisannya berkarakter, terinspirasi local genius berupa ayang dan batik sebagai potensi budaya bangsa. Kurator Jim Supangkat menyebut karya Sasya memperlihatkan gejala post tradisi di luar Eropa dan Amerika Serikat (AS).
Lukisan-lukisan Sasya adalah lukisan alam benda. Ia menata wayang-wayang golek seperti menata benda-benda lain, kemudian melukisnya. Seperti sedang mempraktikkan seni lukis still life, kecenderungan sangat lama pada perkembangan seni lukis. Namun, kekuatan narasi pada lukisannya muncul melalui konsep teatrikalitas
kata Jim Supangkat dalam keterangan pers yang diterima HARIAN NASIONAL di Jakarta, Rabu. Ini merupakan pameran tunggal ke-29 Sasya. Menampilkan satu karya seni instalasi, 21 lukisan wayang.
Source harnas.co harnas.co/2019/02/14/kolaborasi-wayang-untuk-bangsa
Comments
Loading...