Panggungan Wayang : Blencong, Lampu Penerangan

0 703

Blencong adalah lampu untuk penerangan panggungan wayang. Pada zaman dahulu bIencong ini dibuat dari logam tembaga atau kuningan, dinyalakan dengan sumbu yang dihubungkan dengan minyak kelapa, tetapi sekarang sudah tidak berlaku lagi karena blencong itu sudah diganti dengan lampu halogen. Semua perabot tersebut mempunyai peran membentuk jagad wayang atau dunia tempat peristiwa pakeliran berlangsung. Pada waktu pergelaran wayang masih menggunakan penerangan blencong, maka pertunjukan wayang memang suatu pertunjukan bayangan, dan bayangan boneka wayang karena sinar blencong itu membuat boneka wayang menjadi hidup, mengesankan dan misterius, karena nyalanya blencong tidak selalu tinggal diam, tetapi selalu menggetar.

Pertunjukan wayang kulit pada umumnya dilaksanakan pada malam hari, dalam suasana gelap gulita, dan yang terang hanya di permukaan kelir. Hal ini memperlambangkan alam fana (alam padhang), dan dibelakang kelir gelap gulita yang memperlambangkan alam baka (akhirat). Menurut Seno Sastroamidjojo bahwa blencong itu merupakan lambang cahaya abadi, yang dalam hal ini bermakna Tuhan Yang Maha Esa (Sastroamidjojo, 1964 : 72). Menurut Van Akkeren dalam Seno Sastroamidjojo, bahwa blencong lambang salah satu diantara ketiga unsur hidup yaitu tubuh, cahaya hidup, dan pancaindera (rasa pangrasa), dan menurut Gatholoco, yaitu lambang manusia yang serba sempurna (insan kamil), dan blencong yang mempunyai arti terpenting karena blencong memancarkan cahaya IIahi, cahaya ini api.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/2013/kelas_10smk/Kelas_10_SMK_Pengetahuan_Pedalangan_2.pdf
Comments
Loading...