Panggungan Wayang : Kelir (Screen), Kain Putih Tipis

0 1.012

Kelir (screen) terbuat dari kain putih tipis dan kuat, sehingga apabila digunakan untuk penampilan wayang bayangannya nampak jelas. Pada bagian atas diplipit dengan kain hitam (kadang-kadang juga merah atau biru) yang disebut pelangitan (asal kata langit/angkasa), demikian pula halnya pada bagian bawah disebut palemahan (asal kata lemah / bumi). Dalam pertunjukan wayang perlengkapan kelir merupakan peralatan yang penting sekali, yang direntangkan dengan dibingkai gawangan, terbuat dari kayu atau bambu.

Kelir pada umumnya berwarna putih, karena ada kaitannya dengan pengertian bahwa kelir merupakan lambang semesta alam. Dalam perkembangannya kelir dewasa ini terbuat dari kain mori prima putih dan di sekelilingnya dihias dengan bludru hitam (biru) kemudian dihias dengan benang emas, serta dibingkai gawangan yang terbuat dari kayu jati yang penuh dengan ukiran. dengan ukuran panjang 25 m dan lebar 2,5–3 m. Istilah kelir dalam pergelaran wayang telah muncul sejak abad XII, seperti tercantum dalam Serat Wreta Sancaya, dalam bait 93, Sekar Madraka antara lain berbunyi:

Lwir mawayang tahen ganti mikang wukir kineliran himarang anipis…dst

Dalam pertunjukan wayang kulit fungsi kelir adalah tempat untuk mempergelarkan atau memainkan wayang dan meletakkan simpingan wayang. Kecuali itu gawangan kelir dipakai untuk meletakkan sesaji (sajen) seperti padi, kain, pohon tebu yang merupakan perlengkapan (sesaji) dalam pertunjukan wayang kulit. Boneka wayang.

Source bsd.pendidikan.idbsd.pendidikan.id bsd.pendidikan.id/data/2013/kelas_10smk/Kelas_10_SMK_Pengetahuan_Pedalangan_2.pdf
Comments
Loading...