Pelukis Wayang : Yang Terpinggirkan Pelukis Wayang

0 27

Namanya tak begitu banyak dikenal, apalagi bila berbicara di tataran pelukis nasional. Namun karyanya telah banyak dinikmati, bahkan menghiasi hotel atau rumah para pejabat, atau tokoh terkenal. Ia adalah Hermin Istiariningsih (54), yang selama ini lebih menekuni dalam melukis wayang beber versi Pacitan. Di Solo, pelukis perempuan amatlah sedikit. Dalam seni tradisional, Ia satu-satunya pelukis yang hari ini terus menekuni lukisan wayang beber.

Sebagai Pelukis, Bu Ning, nama panggilan sehari-harinya, tidak pernah menempuh pendidikan khusus untuk menjadi seorang pelukis tradisional. Ia hanyalah seniman otodidak, yang belaja melukis  dimulai pada tahun 1984. Istri dari Soetrisno, yang juga seorang pelukis, menamatkan pendidikan terkhirnya di SMA di Jombang pada tahun 1973. Perjalanan hidupnya cukup panjang, pindah dari satu kota, ke kota lainnya. Hingga akhirnya menetap di Kota Solo.

Meskipun demikian, sebagai pelukis tradisional yang otodidak, Ia juga pernah melakukan Pameran tunggal di hotel Lor In, pada tahun 2004. Semua itu dilakukannya sendiri dengan mengumpulkan biaya yang dia peroleh dari hasil kerjanya, tanpa ada sponsor, dengan dibantu oleh suaminya. Tidak dibayar pejabat Sebagai pelukis tradisional, banyak suka duka yang pernah Ia alamai. Bu Ning, yang tinggal di rumah petak, kecil di perkampungan Solo, menceritakan,

Pernah lukisan saya dibawa oleh seorang pejabat, melalui perantaranya, dan tidak pernah dibayar

Source kompasiana.com kompasiana.com/zainalabidin/5500680ca33311376f510f30/mereka-yang-terpinggirkan-1-pelukis-wayang-beber
Comments
Loading...