Pengrajin Wayang : Barno Surya MH., Melanjutkan Ayah

0 22

Barno Surya MH yang melanjutkan profesi ayahnya sebagai pengrajin wayang kulit. Jika dihitung-hitung sejak masa belajarnya, sudah 40 tahunan lamanya Barno berkecimpung dalam pembuatan wayang. Dari tujuh bersaudara, empat orang kakak dan adiknya kini juga menjadi pengrajin wayang. Kombinasi jam terbang dan bakat, wayang garapan Barno terbilang halus, termasuk juga pada detailnya. Pahatan semacam intan intan, patran, seritan yang butuh ketelatenan dan keluwesan tampil halus.

Demikian juga pada bedahan (wajah wayang) yang melalui tangan pengrajin ini nampak berkarakter. Bagi pengrajin wayang, bedahan merupakan tantangan tersendiri. Barno menjelaskan, menggarap mata, hidung dan mulut wayang perlu keahlian khusus agar dapat menampilkan karakter dan ekspresinya. Menurutnya, bukan saja bedahan hasil garapan masing-masing pembuat wayang berbeda bahkan beberapa bedahan tokoh yang sama oleh pengrajin yang sama hasilnya tidak bisa persis sama.

Agaknya inilah seninya kerajinan buatan tangan. Anak ketiga kelahiran 1960 ini belajar menatah dan menyungging wayang dari ayahnya, Pak Ngatiman, seorang pengrajin wayang dari Dusun Gendeng. Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Barno kecil mulai belajar pada usia 10 tahun. Diawali dengan belajar menatah selama dua tahun, dilanjutkan menyungging selama dua tahun, lantas kembali belajar menatah lagi. Barno teringat bagaimana ia diharuskan ayahnya untuk menguasai keterampilan ini. Berangkat dari kondisi ekonomi yang termasuk pas-pasan, agaknya ayah Barno menyadari terampil.

Source TeMBI NeWS arsip.tembi.net/peristiwa-budaya/barno-surya-terus-membuat-wayang
Comments
Loading...