Pengrajin Wayang : Bintang, Penatah Wayang Termuda

0 18

Adapun Bintang penatah wayang termuda di keluarganya. Siang itu, ia membantu pengerjaan wayang oleh kakek, nenek, dan pamannya. Kakeknya Saiman, 55 tahun, spesialis menatah wayang. Sementara neneknya, Sri Asih, 51 tahun, piawai menyungging atau menghias wayang kulit. Saiman adalah generasi kedua perajin wayang di Dusun Butuh. Ia belajar dari seorang penatah wayang asal Kabupaten Wonogiri yang tinggal di desa tetangga di Kabupaten Sukoharjo. Adapun Sri belajar mewarnai wayang selulus SD selama satu  tahun. Jumlah perajin wayang lebih sedikit lagi, hanya empat orang di desa itu.

Untuk belajar saya harus menyeberang sungai besar. Harus sabar dan telaten. Kalo enggak, enggak jadi

ujar Sri. Saiman dan Sri memiliki tiga putra: dua orang pernah belajar menatah, meski tak menjadikannya profesi dan mata pencarian. Jejak Saiman sebagai penatah wayang kini diikuti anak bungsunya, Pendi Istakanudin, 28 tahun.

Generasi pertama penatah wayang di sini sekitar tahun 1955. Bapak mulai jadi penatah wayang sekitar tahun 1970-an

kata Pendi menerangkan riwayat keluarganya menekuni kerajinan itu. Kakek Pendi bukan seorang penatah wayang. Tapi profesinya masih berkaitan dengan warisan budaya khas Indonesia itu. Ia seorang pengerok kulit kerbau atau sapi yang menjadi bahan utama wayang kulit. Kakek Pendi bukan seorang penatah wayang. Tapi profesinya masih berkaitan dengan warisan budaya khas R Indonesia itu.

Source gatra.com gatra.com/rubrik/budaya/seni/370783-Millenials-Penatah-Wayang-dari-Dukuh-Butuh
Comments
Loading...