Pengrajin Wayang : Bintang Pratama, Perajin Wayang

0 88

Bintang Pratama, 10  tahun, fokus ke satu titik. Tangan kanannya erat memegang palu yang terbuat dari tanduk sapi. Sementara tangan kirinya menggenggam tatah yang menghujam ke satu titik itu. Bocah kelas lima sekolah dasar itu dengan mantap dan tenang memukulkan palu ke tatah. Secara berulang-ulang, satu demi satu, hantaman palu dan tatahan Bintang membentuk pola tertentu. Sejak pagi sampai tengah hari itu, ia baru menyelesaikan bagian kepala.

Harus pelan-pelan

kata dia sambil tak lepas menatap karyanya itu; wujud  sesosok berhidung besar nan lucu dari dunia pewayangan, Si Gareng. Bintang adalah penatah wayang kulit termuda di Dukuh Butuh, Sidowarno, Wonosari, Klaten. Ia generasi ketiga dari salah satu keluarga penatah di kampung itu. Setidaknya ada 75 orang penatah wayang kulit di desa yang berada sekitar 11 kilometer arah selatan Kota Solo (28 kilometer dari pusat kabupaten Klaten) tersebut. Ia belajar menatah wayang sejak setahun silam.

Kuncinya, kata dia, harus fokus dan telaten. Dia telah mampu menyelesaikan berbagaikerajinan berbahan kulit sebagai hiasan. Untuk wayang kulit, dia membantu sebagian pengerjaan wayang oleh keluarganya sepulang sekolah. Selama menatah, Bintang harus betah berjam-jam duduk sambil menekuni karyanya. Selayaknya anak-anak, Bintang kerap pula tergoda meninggalkan aktivitasnya itu.

Biasanya pas teman-teman main ke sini. Kalau ndak diajak main, godaannya ya mainan gagdet

Source gatra.com gatra.com/rubrik/budaya/seni/370783-Millenials-Penatah-Wayang-dari-Dukuh-Butuh
Comments
Loading...