Pengrajin Wayang : Kakek Pendi, Pengerok Kulit Kerbau

0 20

Kakek Pendi bukan seorang penatah wayang. Tapi profesinya masih berkaitan dengan warisan budaya khas Indonesia itu. Ia seorang pengerok kulit kerbau atau sapi yang menjadi bahan utama wayang kulit. Pengerokan kulit menjadi langkah pertama pembuatan wayang kulit. Di Dukuh Butuh, produksi wayang berlangsung dari hulu hingga hilir. Tiap tahap memerlukan waktu yang tak sedikit. Setelah dikerok selama empat hari, kulit kerbau direndam beberapa hari, lalu dipotong sesuai ukuran wayang.

Kulit satu ekor kerbau bisa dibuat untuk 5-10 wayang

kata dia. Sehabis itu, kulit direndam lagi supaya lembut, lalu dibentangkan sekencang mungkin dan  dijemur 3-4 hari. Setelah kering, kulit digambar sesuai mal atau pola wayang. Kemudian baru ditatah. Proses tatah dilanjutkan sungging sebagai tahap akhir. Lama pembuatan wayang kulit bervariasi, tergantung ukuran wayang, kualitas bahan, tingkat kerumitan pengerjaan, dan ornamennya. Pendi dan keluarganya mampu menuntaskan paling cepat  3-4 hari untuk wayang alit atau wayang kulit ukuran kecil.

Namun rata-rata dua minggu sampai satu bulan. Semua tergantung kualitas

kata dia. Setiap hasil tatah dan sunggingan wayang berbeda antara satu perajin dengan perajin lain.

Setiap tangan hasilnya beda. Tatahan bisa dirasakan dan dibedakan seperti lukisan. Karena ini buatan tangan, bukan mesin. Ini warisan leluhur. Tidak bisa dipatenkan. Kalau dipatenkan, kasihan (perajin) yang lain. Penciptanya nggak mematenkan

Source Gatra gatra.com/rubrik/budaya/seni/370783-Millenials-Penatah-Wayang-dari-Dukuh-Butuh
Comments
Loading...