Pengrajin Wayang : Mulyono Sejati, Cara Tradisional

0 165

Mulyono mengaku tidak ada kesulitan berarti dalam membuat karya. Sebagian besar proses dikerjakan secara tradisional. Jeli dan sabar menjadi syarat utama karena ada ornamen yang harus dikerjakan secara detil. Bila syarat ini tidak dimiliki maka mereka tidak akan bertahan lama, seperti tujuh rekan kerja Mulyono yang akhirnya hengkang akibat kurang sabar.

Yang agak susah hanya mencampur cat, bagaimana agar warna yang dihasilkan bisa berpadu sempurna

ucap pria yang beberapa kali mengikuti pameran kerajinan di beberapa kota di Jawa Timur, termasuk Surabaya itu. Masalah lain yang muncul hanya dari sisi tenaga kerja yang terbatas. Kini ia mengerjakan semuanya sendirian. Atas dasar inilah, Mulyono sempat menolak pesanan berupa satu set wayang kayu dari salah satu konsumen yang jumlahnya mencapai puluhan buah. Anak kelima dari tujuh bersaudara ini memperoleh keterampilan membuat wayang kayu dari seorang dalang setempat. Sebelumnya, Mulyono memang sempat ikut (ngawulo/bekerja namun tidak seperti buruh) sang dalang. Dari situlah ia belajar tentang tokoh dan seluk-beluk membuat membuat wayang.

Kebetulan saya sendiri memang suka dengan kesenian wayang

ucapnya. Sebelum ikut dalang, Mulyono pernah bekerja di usaha meubeler namun hanya bertahan setahun lantaran kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk mengerjakan antivitas berat. Di meubeler ini ia mulai bersinggungan dengan dunia pahat-memahat meski tidak rumit.

Source Kompas kompas.id/baca/tokoh/sosok/2018/11/30/mulyono-sejati-berkarya-di-tengah-keterbatasan-fisik
Comments
Loading...