Pengrajin Wayang : Ngatiman, Pengrajin Wayang Gendeng

0 31

Ngatiman, seorang pengrajin wayang dari Dusun Gendeng, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Barno kecil mulai belajar pada usia 10 tahun. Diawali dengan belajar menatah selama dua tahun, dilanjutkan menyungging selama dua tahun, lantas kembali belajar menatah lagi. Barno teringat bagaimana ia diharuskan ayahnya untuk menguasai ketrampilan ini. Berangkat dari kondisi ekonomi yang termasuk pas-pasan, agaknya ayah Barno menyadari perlunya penguasaan ketrampilan khusus bagi anak-anaknya.

Satu pandangan yang, berdasarkan ingatan Barno, ternyata tidak selalu dimiliki pengrajin wayang. Sebagian pengrajin, menurutnya, tidak ingin anak mereka menjadi pengrajin wayang karena masa depannya diragukan secara finansial. Di sela-sela kegiatannya itu Barno menyerap ilmu pendidikan formal di SSRI (Sekolah Seni Rupa Indonesia), sekolah menengah kejuruan yang lantas berubah nama menjadi SMSR, dan kini dikenal sebagai SMK 3 Bugisan.

Metode pengajaran di sekolah ini pada masa ia bersekolah dipujinya bagus karena menghasilkan lulusan yang siap pakai. Di sekolah ini ia mengambil jurusan kriya. Meski tidak diajarkan membuat wayang namun di sini ia memperdalam keahlian menggambar dan mendisain. Keahlian ini, menurutnya, sangat bermanfaat dalam membuat wayang. Salah satu alasannya, karena tidak semua contoh gambar wayang yang ada itu bagus padahal bagi pengrajin, contoh gambar sangat penting. Selain menggambar, keahlian mengukir kayu yang dipelajarinya berguna saat mengukir lis pigura wayang. Selepas SSRI.

Source TeMBI NeWS arsip.tembi.net/peristiwa-budaya/barno-surya-terus-membuat-wayang
Comments
Loading...