Pengrajin Wayang : Retno Lawiyani, Kartini dari Kepuhsari

0 38

Secara terminologi, perempuan berasal dari kata Per-Empu-An, empu yang berarti mampu sedangkan per dan an konjungsi yang jika disambungkan Perempuan adalah seseorang yang mampu. Dengan keyakinannya, perempuan mengambil hak dan tanggung jawab yang sama dengan lawan jenisnya dalam aspek kehidupan sosial. Perempuan bisa dikatakan lebih perasa dibandingkan laki-laki. Namun sifat perempuan yang lebih perasa bukanlah suatu kelemahan, justru itulah yang membuat perempuan lebih peka secara mendalam tentang situasi dan kondisi di sekitarnya.

Seperti halnya Retno Lawiyani, perempuan dari Desa Kepuhsari Kecamatan Manyaran Kabupaten Wonogiri ini menjadi garda depan majunya desa kelahirannya, Kepuhsari, desa yang kini di kenal sebagai Kampung Wayang Kepuhsari (sentra industri pembuat wayang kulit). Ibu Retno, sapaan akrabnya, selalu bersemangat ketika diminta menceritakan wayang dan sejarah Desa Kepuhsari. Pribadinya yang ramah dan bersahaja, membuat setiap orang yang mengenal selalu menaruh kagum atas keuletannya dalam melestarikan karakter wayang melalui kesenian lukis kaca.

Wayang merupakan bagian jiwanya. Sesederhana itulah Ibu Retno memilih wayang sebagai ciri khas  bagi karyanya. Dilahirkan di lingkungan perajin wayang kulit, membuat Ibu Retno menyadari bahwa wayang tidak hanya menjadi sebuah simbol tradisi leluhur tetapi juga menjadi tantangan bagi kegiatan pelestarian ke depannya. Berbekal kemauan yang kuat sekaligus bakat sedari kecil, Ibu Retno pun belajar bagaimana wayang.

Source kampungwayangkepuhsari.com kampungwayangkepuhsari.com/seniman/retno-lawiyani-kartini-dari-kepuhsari
Comments
Loading...