Pengrajin Wayang : Sumanto, Perajin Wayang Butuh

0 109

Salah seorang perajin yang hingga kini menekuni profesinya adalah Sumanto (57). Ketika berkunjung ke rumahnya di Dusun Butuh, ia tengah mengaplikasikan pewarnaan emas, di irah-irahan yang berbahan kulit di teras rumahnya. Bersama anak bungsunya, Syarif. Setelah merampungkan bagiannya, ia kemudian melayani wawancara singkat. Dikisahkannya, kerajinan tatah sungging telah dimulai sejak dulu. Tanpa menyebut tahun pasti, ia mengenang, bahwa keahlian itu dimulai dari leluhurnya yang bernama Mukidin dan Kasimo. Dari kedua tokoh itu, warga dusun akhirnya berguru dan memiliki ketrampilan menatah kulit sekaligus mewarnai.

Awalnya dulu bikin irah-irahan (ikat kepala) dari kulit, namun seiring waktu berjalan warga disini kemudian terampil membuat wayang

ujarnya.

Source Solo soloraya.solopos.com/read/20181231/493/962081/menyelamatkan-regenerasi-pengrajin-wayang-kulit-di-klaten
Comments
Loading...