Pengrajin Wayang : Suyanto, Pengrajin Wayang Kulit

0 72

Suyanto, salah satu pengrajin di Dukuh Butuh. Pria 35 tahun itu, mengaku hanya tamatan SMP saja, karena kondisi perekonomian keluarga tidak memungkinkan. Sejak kelas tiga SD, dia sudah bergelut dengan kerajinan wayang kulit, dan saat SMP sudah bisa membuat kerajinan yang dibutuhkan para dalang itu.

Karena ekonomi keluarga, saya tidak meneruskan sekolah dan menjadi penatah (pemahat-red) wayang kulit. Juga terkadang melakukan sungging atau memberikan warna pada wayang yang sudah dipahat, sampai sekarang

tuturnya. Lestarikan Budaya. Bapak satu anak tersebut, mengaku meski di desa-desa tetangga, anak-anak putus sekolah memilih bekerja di pabrik, dia tidak tergoda, serta tetap mempertahankan tradisi warga kampung setempat, melestarikan budaya wayang kulit.

Ya kalau dipikir, memang seperti bagus kerja di pabrik menggunakan seragam. Tapi kalau dikembalikan lagi dengan tradisi susah, ini melestarikan budaya. Kemudian kerjanya juga bisa bebas, tidak dituntut disiplin waktu. Dari segi penghasilan juga, pabrik hanya UMR saja

terang Suyanto. Kebanggan lain tuturnya, ketika mendapat pesanan dari dalang-dalang kondang seperti Ki Purbo Asmoro, Ki Bayu Aji yang merupakan anak dari dalang Ki Anom Suroto. Kemudian pernah bekerja dengan dalang edan Ki Entus Susmono, yang pernah menjabat sebagai Bupati Tegal.

Kebanggaan lah, bisa membuat wayang untuk pentas dalang kondang seperti Ki Purbo Asmoro, dan Ki Bayu Aji

Source suaramerdeka.com suaramerdeka.com/news/baca/153369/satu-kampung-jadi-pengrajin-wayang-kulit
Comments
Loading...