Penulis Buku Wayang : Prof. Drs. Suwaji Bastomi, Seni

0 344

Prof. Drs. Suwaji Bastomi mendefinisikan seni sebagai kegiatan batin dengan pengalaman estetika yang dinyatakan dalam bentuk yang agung dan memiliki daya pembangkit rasa haru dan takjub. Tidak mudah memang memiliki jiwa seni, bahkan hanya untuk memahami apa itu seni saja tidak semua orang mampu. Orang-orang Papua lahir bersama seni. Menabuh Tifa saat upacara adat, hingga kebiasaan meniup Pikon di waktu istirahat. Tidak hanya hidup berkesenian dalam musik, di Papua, bakat menari musti dimiliki oleh setiap orang asli Papua karena upacara adat notabene diiringi tarian-tarian adat.

Seni pahat, dengan alat sederhana mereka mampu menghasilkan karya besar, rumit dan estetis. Patung-patung karya Suku Asmat misal, dengan sentuhan Wow Ipits (sebutan bagi pemahat patung) yang sudah turun menurun, bisa membawanya dikenal oleh dunia. Pada 15 Oktober – 23 Oktober 2016 di Yogyakarta ada sebuah perhelatan pameran seni. Adalah Ignatius Dicky Takndare, putera kelahiran Sentani dan Albertho Wanma, putera kelahiran Biak, yang menjadi aktor seni dibalik pameran tersebut.

Dua seniman asli Papua ini mampu membuktikan eksistensi masyarakat Papua melalui seni. Bukan tidak mungkin jika nama Papua akan semakin besar lewat seninya. Selama ini kita hanya dilemahkan oleh visi semu kemakmuran ekonomi melalui pembangunan, yang justru paling sering melupakan sisi konservasi. Kekayaan alam Papua mungkin bisa dirampok oleh semua.

Source goodnewsfromindonesia.id goodnewsfromindonesia.id/2017/03/06/sebuah-kekayaan-yang-tak-bisa-dicuri-lagi
Comments
Loading...