Penulis Buku Wayang : Saleh Ardisoma, S. Ardisoma

0 237

Di dunia cergam, ia lebih dikenal dengan nama Ardisoma walaupun itu adalah nama ayahnya. Nama sebenarnya adalah Saleh yang kemudian dalam karya-karya cergamnya dituliskan menjadi Saleh Ardisoma, S. Ardisoma, S.A. Soma, atau S.A.S. Nama ini ditorehkannya pada panel-panel komik yang kemudian menjadi milestone dalam sejarah cergam di tahun 1950-1960-an, mendampingi karya cergam wayang fenomenal dari RA Kosasih yaitu Ramayana dan Mahabharata.

Ada tiga judul cergam Saleh Ardisoma yang menonjol, yaitu Djakawana, Ulamsari, dan Wayang Purwa. Penerbitan cergam-cergamnya hampir semua di bawah Melodi. Penerbit Melodi ini dikenal sering melakukan inovasi tema dalam penerbitan cergam di tahun 1950-an. Melodi memelopori penerbitan cergam dalam bentuk buku, sekaligus memelopori penciptaan tokoh-tokoh superhero lokal seperti Sri Asih, Putri Bintang dan lain-lain. Melodi juga yang memelopori penerbitan cergam dengan tema “lokal” seperti cerita rakyat dan wayang.

Tarzan adalah tokoh rekaan Edgar Rice Burroughs di tahun 1912. Tarzan dialihmediakan ke dalam komik strip di tahun 1929 oleh Hal Foster. Sepak terjang sosok laki-laki berotot yang dibesarkan oleh kera namun berpenampilan tampan dan cerdas ini menumbuhkan wabah cukup besar pada seniman cergam di Indonesia. Wabah tersebut berupa inspirasi untuk menciptakan tokoh-tokoh cergam baru. Tokoh-tokoh semacam Tarzan diciptakan oleh para seniman Indonesia. RA Kosasih menciptakan Tjempaka (Cempaka), karakter Tarzan perempuan. John.

Source facebook.com facebook.com/notes/komik-indonesia-jadul/ardisoma/174619359277119
Comments
Loading...